Slider

PEMASANGAN IKLAN ON AIR - OFF AIR - WEB - MEDIA SOSIAL HUBUNGI : 0231 - 207 994 MARKETING : (Agung) 085 222 191 113 (Yuni) 081 946 805 342

GALERI

News

MUSIK FILM

SELEBRITIS

TIPS

BUDAYA WISATA

Event



Interview @CirebonRadio Bareng Kakang Saking

Lokasi yang perlu diwaspadai sebagai pusat penyebaran virus HIV/AIDS

KOTA CIREBON(89,2 CR) - Keberadaan warung remang-remang yang ada di wilayah kota Cirebon merupakan salah satu lokasi yang perlu diwaspadai sebagai pusat penyebaran virus HIV/AIDS terbukti per Agustus-September 2012, sekitar 6 warga Kota Cirebon penderita HIV/AIDS meninggal dunia karena virus tersebut.

Sekretaris KPA Kota Cirebon Sri Maryati meyampaikan “Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir sedikitnya 48 orang meninggal dunia dari total 519 ODHA di Kota Cirebon,” tuturnya

Sri menambahkan kenapa mereka banyak yang meninggal dikarenakan mereka ketemunya sudah AIDS , makanya KPA Kota Cirebon berkali-kali sering menyampaikan siapapun yang sering melakukan Prilaku yang beresiko segera periksakan , dikarenakan jika dari awal sudah memeriksakan sendiri misalnya sudah terindikasi maka akan lebih mudah pengobatannya.(Jums-CR)
.

Satpol PP kota Cirebon akan terus lakusanakan razia Gepeng dan pengemis

KOTA CIREBON (89,2 CR) - Satpol PP kota Cirebon terus gencar melakukan razia penertiban di wilayah kota Cirebon, penertiban dilakukan bukan hanya kepada pedagang kaki Lima (PKL) atau juga penertiban kepada pedagang Miras yang ada dikota Cirebon, akan tetapi penertiban sosial juga dilakukan dengan menggelar razia Gepeng dan orang gila.

Kasat Pol PP Kota Cirebon, Andi Armawan menjelaskan bahwa Satpol PP kota Cirebon terus melaksanakan kegiatan penertiban di wilayah kota Cirebon ini dengan menggelar berbagai razia yang dilaksanakan diantaranya razia Pekat ( Penyakit Masyarakat ) diantaranya Minuman keras, prostitusi serta juga kami melakukan razia sosial diantaranya adalah razia Gepeng dan orang gila yang ada di wilayah kota Cirebon.

Andi berharap dengan dilaksanakannya razia penertiban masyarakat khususnya keberadaan gepeng dan orang gila yang ada di wilayah kota cirebon ini, ke depan kota cirebon akan menjadi nyaman serta kondusif, Sebab, keberadaan mereka membuat masyarakat merasa tidak nyaman dan terganggu aktifitasnya.(Jums-CR).

Maia: Dhani Sudah Punya Istri, Jadi Nggak Mungkin Balik


Saat Maia Estianty berulang tahun yang ke-39, dirinya mendapatkan ucapan dari kedua anaknya, El dan Dul. Di kartu ucapan tersebut tertulis perfect family dan gambar yang mengibaratkan Ahmad Dhani dan Maia bersatu.

Namun menurut Maia, hal tersebut tidak lebih dari sekadar harapan dari anak-anaknya saja. Ia mengatakan, pada kenyataannya, hal itu tidak bisa terjadi.
"Mereka harapannya perfect family, tapi kan nggak bisa. Itu harapannya anak-anak, ya biarin saja," ucap Maia saat merayakan ulang tahunnya di Alegro, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (28/1/2015).



Lebih lanjut, Maia pun mengatakan alasan mengapa dirinya tidak bisa rujuk dengan Dhani. Salah satunya adalah karena sang mantan suami sudah memiliki istri."Anak-anak ngerti kok kalau Mas Dhani nggak bisa kembali. Itu doa anak-anak yang pengen kembali. Dhani kan sudah ada istrinya, jadi nggak mungkin balik. Kalau Dhani sendiri juga saya ngga mau balik," ungkapnya.




"Saya pikir di kepala anak-anak pengen ibunya berdamai, itu harapan, tapi nanti anak-anak pasti paham. Ketidaksempurnaan itu yang bisa dibilang sempurna," tambahnya. ( Di Kutip Dari detikHot )


PT. KAI Daop 3 Cirebon menggandeng para pelukis kaca Cirebon

KOTA CIREBON (89,2 CR) - Perkembangan lukisan kaca Cirebon tidak terlepas dari sejarah perkembangan Islam di tanah Jawa. Konon Seni Lukis Kaca ini sudah dikenal sejak abad 17 Masehi. Khususnya di daerah Cirebon. 

Manager Prasarana PT. KAI Daop 3 Cirebon Irwansyah
Pada jaman pemerintahan panembahan Ratu di Cirebon, lukisan kaca digunakan sebagai media dakwah agama Islam. Oleh sebab itu bentuk lukisan yang dikenal pada waktu itu hanya dua jenis, yakni berupa kaligrafi, dan gambar wayang.

Namun perkembangannya hingga kini para pelukis kaca banyak yang terpuruk dikarenakan pemerintah kota Cirebon belum memperhatikan secara serius para pelukis kaca ini, melihat kondisi tersebut pihak PT. KAI Daop 3 Cirebon menggandeng para pelukis kaca untuk dapat memberikan dan menampilkan lukisan kaca di KA Cireks yang baru.

Manager Prasarana PT. KAI Daop 3 Cirebon Irwansyah mengatakan pihaknya bekerjasama dengan para pelaku lukisan kaca di Cirebon yang kemudian nantinya kami akan memberikan kesempatan lukisan kaca akan kami tempatkan di KA Cireks yang sudah kami modifikasi ini, bukan lukisan kaca saja akan tetapi kami juga akan pajang photo Cirebon masa lalu. (Jums-CR).

Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Kota Cirebon datangi gedung DPRD Kota Cirebon

KOTA CIREBON (89,2 CR) - Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Kota Cirebon, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Cirebon untuk menyalurkan aspirasinya. FUI menuntut agar siapapun itu yang menghinan Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya agar diberi hukuman mati. Jumat (30/01/15) 

Kedatangannya para Forum Ukhuwah Islamiyah (FUI) Kota Cirebon  diterima oleh Ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno Sip serta anggota DPRD kota Cirebon di ruang Griya Sawala.

Prof Dr Salim Badjri dari Forum  Ukhuwah Islamiyah (FUI) Kota Cirebon, menyampaikan maksud dan tujuan mendatangi gedung DPRD kota Cirebon yaitu menuntut agar Pemerintah Kota dan DPRD bisa bertindak tegas memberantas minuman keras (Miras), zina, narkoba dan riba yang menjamur di Kota Cirebon. Apabila Pemerintah tidak bisa, mereka mengancam akan bertindak sendiri memberantas kemaksiatan.

Sementara itu Andi mulya menyampaikan terkait dengan penghinaan terhadap Nabi dan para sahabatnya jelas itu telah melecehkan Islam. Tindakan tersebut tidak dapat ditolerir, harus ada hukuman yang tegas agar tidak melecehkan agama dan juga kita sangat mendukung hukuman mati bagi yang menghina Nabi Muhammad dan sahabatnya, Bersihkan wilayah 3 Cirebon dari kemaksiatan dan kemudaratan, sebagaimana sebutannya sebagai Kota Wali.(Jums-CR).

Rambut Makin Gondrong, Olga Disebut Billy Mirip Ki Joko Bodo

Billy Syahputra baru saja bertemu dengan kakaknya, Olga di rumah sakit Singapura pada 8 Januari lalu. Billy pun sedikit berkisah mengenai kondisi Olga.

Menurutnya, banyak perubahan yang terjadi kepada Olga. Tak hanya kondisi yang semakin membaik, tapi juga rambutnya yang gondrong.
"Rambutnya emang sudah panjang. Kayak adiknya Ki Joko Bodo," kata Billy usai mengisi 'Rumpi No Secret' di Studio Palem, Jakarta Selatan, Rabu (28/1/2015)

Diakui Billy, Olga memang belum sempat memangkas rambutnya. Ia juga lebih menunggu perintah dari dokter karena takut berpengaruh terhadap kesehatannya 
"Kalau dipotong takutnya bisa ganggu pemulihan Olga. Kalau dokter suruh potong, ya kita lakukan. Ikut penanganan dokter aja," ujarnya. Selain sudah bisa menangis, Olga juga kini bisa duduk. "Mudah-mudahan, minta doanya biar cepat sembuh," harapnya. ( Di Kutip Dari detikHot )

Cara Menyimpan Kacang Agar Awet

Kacang adalah salah satu bahan makanan yang dapat digunakan dalam berbagai keperluan. Kacang dapat digunakan sebagai salah satu bumbu masakan, pelengkap dessert, bahkan snack. Tetapi, kacang juga mudah menjadi rusak dan apek jika terlalu lama disimpan dan tidak disimpan dengan benar.

Keringkan kacang
Sebelum disimpan, keringkan kacang dengan cara menjemurnya dekat jendela atau tempat yang memiliki sirkulasi yang baik. Simpan dalam ruangan.

Oven
Anda juga dapat mengeringkannya dengan cara dioven jika kacang yang Anda miliki dalam jumlah sedikit. Saat kulit tampak krispy dan beberapa kacang terbelah, angkat dari oven dan siap disimpan.

Pilah
Buang kacang yang jelek atau rusak. Kacang yang berjamur akan dapat menularkannya ke kacang yang lain. Selain itu kacang yang rusak mungkin mengandung aflatoxin yang dapat menyebabkan penyakit.

Tempat tertutup
Simpan kacang yang sudah dikuliti maupun belum dalam wadah tertutup. Jika kacang sudah tidak berkulit, Anda dapat menyimpannya dalam lemari pendingin hingga 3 bulan. Kacang yang masih berkulit dapat bertahan 4-6 bulan dalam lemari es.

Penyimpanan jangka panjang
Jika Anda ingin menyimpan kacang dalam waktu yang cukup lama, simpan kacang dalam wadah freezer-safe dan bekukan dalam freezer. Sebaiknya Anda membungkusnya dengan plastik sebelum meletakkannya pada wadah freezer-safe.(dikutip:vemale.com)

Gedung Sate


Gedung ini adalah sebuah bangunan bersejarah yang ada di pusat kota Bandung. Disebut sebagai Gedung Sate karena gedung ini mempunyai ciri khas yang unik, yaitu ornamen 6 tusuk sate yang ada di atas menara sentral. 6 tusuk sate ini melambangkan 6 juta Gulden yang dipakai untuk membangun gedung berwarna putih ini pada masanya. Gedung ini sangat terkenal tidak hanya di kota Bandung saja, melainkan juga sudah terkenal di Jawa Barat dan Indonesia.

Gedung yang dibangun pada tahun 1920 ini sampai sekarang masih berdiri kokoh dan berfungsi sebagai pusat pemerintahan kota Bandung. Gedung yang disebut-sebut sebagai ‘Gedung Putih-nya Bandung’ ini sekarang telah menjadi salah satu tempat wisata di Bandung yang paling banyak dijadikan tempat berfoto-foto. Hal ini dikarenakan arsitektur yang sangat indah dan megah serta unsur sejarah dan budaya yang dimilikinya.

Tidak hanya bangunannya saja yang sangat disukai, namun juga unsur pelengkap bangunan tersebut berupa taman yang sangat terawat dengan baik. Taman di sekeliling Gedung Sate adalah lokasi favorit untuk wisatawan berfoto-foto, baik berfoto biasa untuk kenang-kenangan maupun foto untuk pengantin dan pengambilan gambar untuk film. Setiap hari Minggu, selain ramai dengan kegiatan wisata, kawasan taman ini juga ramai dikunjungi orang yang ingin bersantai dan berolahraga ringan.( Di Kutip Dari anekatempatwisata.com )


Pekan depan sampah di wilayah kota Cirebon bakal terbengkalai

KOTA CIREBON (89,2 CR) - Sejumlah pelayanan publik diantaranya pelayanan kesehatan di Puskesmas, distribusi raskin dan penerangan jalan umum, pengangkutan sampah, bakal terbengkalai. Hal tersebut  dikarenakan kekosongan posisi Walikota Cirebon, yang hingga saat ini masih dalam kondisi sakit .

Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan M Taufan Bharata meminta maaf kepada masyarakat, kalau mulai pekan depan dinas yang dipimpinnya tidak bisa lagi mengangkut sampah ke tempat pembuangan akhir, Setelah mengupayakan dana talangan dengan menggadaikan SK-nya untuk pengangkutan sampah selama Januari, Taufan mengatakan sudah tidak bisa lagi mengusahakan dana talangan, mulai bulan depan.

Taufan menjelaskan untuk menanggulangi dana operasional terutama kebutuhan BBM, Taufan menghabiskan dana talangan Rp 215 juta dan dirinya tidak tahu lagi harus mencari dana talangan dari mana. Makanya kalau Februari mendatang, sampah tidak terangkut, kami minta maaf kepada masyarakat," katanya Kamis (29/1/2015).

Namun Taufan, berharap masalah di Kota Cirebon cepat ada solusinya, sehingga kekhawatirannya sampah tidak terangkut, tidak terjadi dan volume sampah di Kota Cirebon, setiap hari sekitar 400-600 meter kubik. "Untuk mengangkut sampah sebanyak itu, kami mengerahkan kendaraan pengangkut 21 unit dari yang besar sampai yang kecil. (Jums-CR).

Pemerintah kota Cirebon wajib memenuhi target RTH

KOTA CIREBON (89,2 CR) - Anggota Komisi B DPRD Kota Cirebon, Imam Yahya menginginkan kepada masyarakat kota Cirebon agar memperhatikan Ruang Tebuka Hijau (RTH), masyarakat yang memiliki rumah di perumahan baru diharapkan menanam satu pohon saja. Kamis (29/1/2015).

Imam menjelaskan untuk penanamannya, agar supaya penanamannya dilakukan pada bulan ini dimana saat ini masih dalam kondisi musim hujan, jangan kita menanam dalam kondisi musim kemarau dan juga minimal untuk tanamannya yang akan ditanam minimal pohon yang sudah besar atau pohon yang sudah jadi.

Imam menambahkan pemerintah kota Cirebon wajib memenuhi target RTH tersebut. Karena pengadaan RTH sendiri sudah menjadi program dalam RPJMD Kota Cirebon tahun 2013-2018. “Saya melihat wali kota Cirebon ini masih setengah hati dalam mewujudkan RTH sesuai target RPJMD.(Jums-CR).

Diprotes Calon Suami, Cynthiara Alona Ubah Bentuk Alis


Artis Cynthiara Alona mengaku akan menikah. Jelang hari bahagianya itu, Alona mengubah tampilan alisnya karena diprotes sang calon suami.

Keputusan Alona mengubah alis karena bentuknya yang dianggap aneh. Alhasil, calon suaminya pun kerap komplain. Terlebih lagi dirinya sangat ingin terlihat sempurna di bagian mata.

"Kalau untuk mengubah nggak, tapi calon suami aku komentarnya gini, 'Alisnya kok gitu sih?'," kata Alona yang ditemui di Ali Tatto Sulam, Mangga Dua Square, Jakarta Utara, belum lama ini.Ini memang bukan kali pertama dirinya melakukan sulam alis. Sayang, sulaman tersebut justru membuat dirinya terlihat aneh dan tidak percaya diri.


"Jadi waktu itu aku bikin alis ini di salah satu mall di kawasan Jakarta Barat. Ternyata nggak bagus. Aku agak kurang pede sama alis aku, agak aneh, makanya aku ke sini minta perbaiki sama ahlinya," jelasnya.


"Ini dilaser dulu, setelah tiga minggu baru saya bentuk. Tadi saya gambar buat dilaser karena mau dibuang alis yang turunnya," tambah Koh Ali yang akan menangani langsung perbaikan alis Alona. ( Di Kutip Dari detikHot )

Tips Melelehkan Cokelat Yang Baik

Seringkali kegiatan melelehkan cokelat ini tidak bisa dianggap sepele. Bagaimana pun, banyak yang tidak berhasil dan malah mengacaukan bahan cokelat mereka yang mahal dan malah tidka sesuai harapan.

Nah, berdasarkan cookinglight.com, salah satu faktor yang membuat Anda gagal melelehkan cokelat karena Anda terlalu tinggi menyalakan api sehingga panci untuk melelehkan cokelat terlalu panas. Hal ini akan menyebabkan hasil lelehan cokelat tidak baik. Bukannya mendapatkan cokelat cair yang halus, lembut dengan konsistensi kental yang ringan, Anda malah mendapatkan lelehan cokelat yang kasar, sulit diangkat dan bahkan hangus.

Cara terbaik untuk mencairkan atau melelehkan cokelat adalah dengan melakukannya perlahan. Taruh cokelat di dalam wadah cekung (mangkuk) aluminium atau wadah penghantar panas yang baik. Nyalakan api kecil, dan aduk perlahan. Angkat wadah sebelum wadah menjadi benar-benar panas. Jangan tunggu lama, sebelum cokelat leleh sepenuhnya, angkat wadah dan aduk hingga halus sambil menunggu sisa panas menguap dari wadah.

Jika menggunakan microwave, lakukan dengan hati-hati dan keluarkan cokelat 20-30 detik sekali untuk mengaduk dan mengecek tekstur cokelat. Jika menggunakan air panas, letakkan panci berisi air di atas kompor, dan tunggu hingga air di dalam panci menghangat. Masukkan wadah cokelat di atas air hangat dan lelehkan perlahan.(dikutip:vemale.com)

Naik KA Cirebon Ekpres seperti berada di hotel berjalan

Vice President PT KAI Daop III Cirebon Apriyono
KOTA CIREBON (89,2 CR) - Perbaikan layanan secara terus menerus dilakukan oleh PT. KAI (Persero) untuk menciptakan kenyaman para pengguna jasa transfortasi kereta api. Dalam menghadapi tantangan di tahun 2015, berkaitan dengan bisnis kereta api penumpang, PT. KAI Daop 3 Cirebon secara bertahap akan melakukan program kerja inovatif untuk menggantikan rangkaian kereta eksekutif dan bisnis khususnya rangkaian kereta api Cirebon Ekpres dengan gerbong kereta yang telah di modifikasi (Retroit) sebanyak 3 Train set.

Vice President PT KAI Daop III Cirebon Apriyono menjelaskan bahwa rangkaian KA Cirebon Ekpres dengan gerbong kereta yang telah di modifikasi (Retroit) sebanyak 3 Train set dilengkapi dengan tampilan dinding dalam kereta (interior) diganti dengan alumunium coating bernuansa minimalis dan konsep interiornya menampilkan seni lukis kaca, heritage dan batik khas Cirebon.

Apriyono menambahkan secara bertahap seluruh rangkaian KA Cirebon Ekpres akan diganti dengan rangkaian retrofit. di bulan Februari 2015 nanti, PT. KAI Daop 3 Cirebon akan menjalankan 1 train set KA Cirebon Ekpres hasil modifikasi (retrofit). Pengguna Jasa kereta api akan dimanjakan dengan fasilitas tambahan yang terdapat pada rangkaian baru ini, sehingga naik KA Cirebon Ekpres seperti berada di hotel berjalan, tagline barunya adalah Cireks - De' Cheribon Express" Spur e wong Tjaruban.(Jums-CR).

Tradisi tujuh bulanan hingga saat ini masih dilaksanakan oleh sebagaian masyarakat Cirebon

Ilustrasi tujuh bulanan   photo/net
KOTA CIREBON (89,2 CR) - Kebudayaan tujuh bulanan secara umum dapat diartikan sebagai tradisi atau ritual dimana ritual ini dimaksudkan bagi wanita hamil yang kandungannya mencapai usia 7 bulan mengadakan ritual nujuh bulanan untuk keselamatan bayi yang di kandungnnya.

Tradisi tujuh bulanan hingga saat ini masih dilaksanakan oleh sebagaian masyarakat Cirebon yang berada di daerah kabupaten Cirebon, seperti yang dituturkan salah seorang warga kabupaten Cirebon Kuwandi (53) dari desa sambeng kecamatan Gunung Jati Kabupaten Cirebon bahwa di daerahnya masih melaksanakan tradisi nujuh bulanan tersebut.

Kuwandi (53) menambahkan sebenarnya dalam tradisi Cirebon tidak hanya upacara nujuh bulanan yang sudah menjadi tradisi tetapi ada juga upacara empat bulanan hampir sama seperti nujuh bulanan namun kini upacara tersebut sudah jarang dilaksanakan mungkin hanya segelintir orang saja yang masih menjalankan tradisi tersebut.( Jums-CR).

Meet and Greet Mobileclustic With Setia Band

Meet and Greet Mobileclustic bersama Setia Band di Jl. Olahraga Kota Cirebon pada tanggal 25 Desember 2015 merupakan salah satu agenda dari Setia Band ketika berkunjung ke Kota Cirebon setelah talkshow di beberapa radio Cirebon.

Di acara ini Setia Band yang diwakili oleh Charly bisa berinteraksi langsung dengan penggemarnya. Foto bareng bagi yang mengaktifkan RBT Istana Bintang dan Games adalah konten dari acara ini yang cukup banyak menyita perhatian warga sekitar





Angkasa Band

Live Talkshow ANGKASA Band di Cirebon Radio 28/01/2015

Dendang Sarimi 2014


Dendang Sarimi 2014 diadakan di 2 titik yaitu di Alun - alun Talaga Majalengka dan Lapangan Panjalin.
Event yang dimulai dari Jam 07.00 dan diawali dengan senam bersama warga setempat kemudian dilanjutkan dengan Joget Caesar, Lomba Makan Mie, Panjat Pinang, Lomba Mewarnai dan diakhiri dengan pengundian kupon belanja yang berhadiah barang - barang elektronik sampai dengan Jam 21.30 ini sangat meriah dan mendapat respon positif dari warga setempat.

















Drea Lovela

Live Interview Drea Lovela di Cirebon Radio 27/01/2015 

Gusti Arya

Gusti Arya Live Interview di Cirebon Radio 27/01/2015