Header Ads


RS Gunung Jati Tetap Maksimal Layani Pasien Corona, Meski Terbatas Tenaga Medis

Kota Cirebon (89,2 CR) - RSUD Gunung Jati Kota Cirebon memiliki keterbatasan ruang isolasi untuk menangani virus Covid-19 (Corona). Terpaksa pihak rumah sakit meminta bantuan kepada rumah sakit swasta untuk bisa menampung para pasien tersebut. 

Direktur RSUD Gunung Jati, dr Ismail menjelaskan, tercatat telah menerima 66 warga yang memeriksakan diri atau Skrining Covid-19. Selanjutnya dari 66 orang yang telah memeriksakan diri, 22 orang tidak masuk kriteria salah satu dari kategori penderita Covid-19), 35 orang kategori ODP, 8 orang kategori PDP dan 1 orang terkonfirmasi positif. 

"Sejak menjadi rujukan banyak yang datang ke kami. Ada yang dari Kabupaten Cirebon, Majalengka, Kuningan dan Indramayu. Yang positif masih satu mudah- mudahan tidak bertambah," ujarnya saat presscon, Senin (23/03/20). 

Dalam penangananan Covid-19 RS Gunung Jati mempunyai ruang isolasi dengan kapasitas 6 tempat tidur yang terdiri dari 4 tempat tidur untuk perawatan biasa dan 2 tempat tidur untuk perawatan intensif. Ruang isolasi saat ini penuh, terdapat 6 pasien yang sedang dirawat. Pasien yang memerlukan isolasi untuk sementara ditempatkan di anteroom (ruang tunggu) ruang isolasi sebelum dirujuk ke rs lain. Sampai tadi pagi ada 4 orang ditempatkan di anteroom (ruang tunggu).  

"Dengan segala keterbatasan kami berupaya semaksimal mungkin bisa melayani seluruh pasien baik yang ODP, PDP dan yang positif," jelasnya. 

Di tempat yang sama ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon, dr Tresnawaty Sp.B merekomendasikan RSUD Gunung Jati sebagai pusat penanganan Covid-19 di wilayah Cirebon. Puskesmas sebagai garda terdepan wajib memberikan pelayanan kepada masyarakat. Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang Covid-19. Meminta kepada pusat untuk alokasi anggaran dan meminta kepada Forkopimda menjaga keamanan yang terlibat langsung dalam penanganan Corona. [Wlk]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.