Header Ads


Akibat Corona, Ekspor Di Kabupaten Cirebon Menurun

Kab Cirebon (89,2 CR) - Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Diperindagin) Kabupaten Cirebon mencatat, akibat virus Covid-19 ekspor mengalami penurunan cukup drastis. Disperindagin belum mengetahui, solusi apa yang dilakukan guna mencegah penurunan terus terjadi. 

Kepala Diperindagin Kabupaten Cirebon, Deni Agustin menjelaskan, sejak virus Corona masuk ke Indonesia, ekspor unggulan mengalami penurunan, terlebih setelah negara tujuan menerapkan lockdown. Bedasarkan data pada bulan Januari ekspor mencapai 18 Juta $, di bulan Febuari menurun menjadi 16 Juta $. Prediksi di bulan Maret kembali mengalami penurunan. 

"Kami punya produk unggulan, dikarenakan negara tujuan ekspor melakukan lockdown maka produk kami ada yang tertahan dan ada yang di gudang. Grafiknya terus menurun setiap bulan," ungkapnya kepada awak media, Senin (23/03/20). 

Menurut Deni, peti kemas yang akan di ekspor terpaksa tertunda dan barang yang akan dikirim terpaksa di simpan di dalam gudang, akibatnya banyak pengusaha yang merugi. Kerugian yang ditanggung oleh pengusaha nilainya mencapai Miliaran. 

Disperindagin dalam persoalan ini hanya mampu berkordinasi dengan pemerintah pusat melalui pemerintah Jawa Barat. Dirinya berharap pemerintah memberikan bantuan untuk para pengusaha agar produknya tidak mengalami kerugian yang semakin besar. Solusi lain pengusaha diminta produk yang ada di jual di dalam negri. 

"Solusi jangka pendek hanya minta bantuan ke pemerintah pusat, kalau jangka panjang kami minta manfaatkan penjualan di dalam negri," tambahnya. 

Produk unggulan Kabupaten Cirebon sendiri terdiri dari funiture rotan, rotan sintetis, kerajinan tangan dan makanan olahan. [Wlk]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.