Header Ads


DPUR Kota Cirebon Akan Renovasi Alun - Alun Kejaksan Secara Estafet

Kota Cirebon (89,2 CR) - Renovasi Alun - Alun Kejaksan, Kota Cirebon rencananya dikerjakan secara estafet. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUPR) wajib melakukan lelang lebih awal, setelah pengerjaan tahap pertama selesai. 

Dikatakan Kepala (DPUR) Kota Cirebon, Syahroni, progres Alun - Alun Kejaksan sampai dengan akhir November sudah melebihi dari target. Seharusnya progres pengerjaan 65 persen, namun progres sudah 67 persen. 

"Bedasarkan pantauan dan melihat progres, ini sudah melebihi. Mudah-mudahan sampai dengan akhir Desember sesuai target. Kami berharap langsung bisa dikerjakan pada bulan Januari 2020 jadi tidak terhenti," ungkapnya kepada awak media usai sidak bersama Wali Kota Cirebon dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, Kamis (28/11/19). 

Syahroni optimis, lelang tahap dua bisa dilakukan pada bulan Desember, karena Detail Engineering Design (DED) sudah disiapkan oleh Provinsi Jawa Barat. Anggaran sebesar 15 Miliar disiapkan untuk proses finishing dan proses lelang dilakukan secara terbuka. 

"Sudah ada DED dari provinsi, tinggal lelang saja nanti Desember. Anggaran untuk tahap akhir 15 Miliar," jelasnya. 

Sementara itu Wali Kota Cirebon Nasrudin Azis mengaku puas dengan progres pengerjaan Alun - Alun Kejaksan. Basement, shelter Pedagang Kaki Lima (PKL) dan bangunan lainnya sesuai dengan DED. 

"Bangunannya bagus hanya ada beberapa catatan seperti shelter PKL, jumlahnya harus diperbanyak. Tapi secara keseluruhan itu sudah baik," tuturnya. 

Wali Kota setuju dengan keinginan DPUPR terkait proses pengerjaan secara estafet. Jangan sampai pembangunan Alun - Alun tertunda yang berakibat proses pengerjaan dibuat asal - asalan. 

"Harus seperti itu dikerjakan secara estafet jadi tidak terhenti. Kami dorong DPUPR bisa lakukan lelang Desember jadi Januari 2020 sudah bisa langsung dikerjakan kembali," tandas dia. [Wlk]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.