Header Ads


Demo FPB Ke Pelindo, Minta Kompensasi Debu Batu Bara

Kota Cirebon (89,2 CR) - Forum Masyarakat Panjunan Bersatu (FPB) berunjuk rasa di depan pintu masuk Pelabuhan Cirebon, Kamis (8/8/19). Tuntutan mereka kepada PT Pelindo II Cirebon agar mengurangi dampak debu dari bongkar muat batu bara. 

Ketua FPB, Heri Pramono mengatakan, keluhan masyarakat sudah sering disampaikan melalui surat resmi kepada Pelindo. Namun, sampai tidak ada respon sama sekali. Masyarakat hanya ingin PT Pelindo II Cirebon untuk melakukan penyemprotan dan penyiraman selama 24 jam pada saat musim kemarau dan memberikan kopensasi kepada warga yang terdampak debu tersebut. 

"Penyemprotan bukan hanya saat ada kegiatan di Pelabuhan tapi dilakukan setiap hari. Masyarakat juga ingin ada kopensasi karena kesehatan mereka terganggu akibat debu. Beberapa kali surat kami layangkan tapi tidak direspon akhirnya kami berunjuk rasa," kata Heri usai berdialog di kantor Pelindo.  

Heri menilai PT Pelindo II Cirebon tidak ada kepedulian kepada warga sekitar Pelabuhan Cirebon. Warga hanya ingin hidup sehat tanpa ada debu batu bara, kalau pun debu masuk ke rumah warga Pelindo harus bertanggung jawab terhadap kesehatan masyarakat. 

"Selama ini kami tidak pernah dipedulikan oleh Pelindo. Kalau tidak ingin ada debu, maka tutup bongkar muat batu bara, kalau ada debu maka harus bertanggung jawab kepada masyarakat," tegasnya. 

Sementara itu Deputi Hukum Pengendalian Internal PT Pelindo II Cirebon, Deny Sondjaja mengatakan saat ini standar operasional prosedur untuk bongkar muat batubara di Pelabuhan Cirebon sudah dilakukan. Pihaknya juga menegaskan akan terus melakukan pengawasan secara terus menerus dengan KSOP Cirebon.

"Kita akan evaluasi terus menerus, kalau terjadi pelanggaran pada perusahaan bongkar muat kita akan keluarkan. Bisa dilihat proses bongkar muat disini sudah sesuai SOP," kata Deny.

Deny menambahkan, PT Pelindo II Cirebon akan menindaklanjuti aspirasi dari masyarakat atau FPB. Pertemuan lanjutan akan dilakukan untuk membahas permasalahan ini hingga tuntas. 

"Terkait tuntutan warga nanti akan kita bicarakan lagi dengan forum. Kita akan undang mereka dan melakukan diskusi," ujar Deny.[Wlk]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.