Header Ads


Ganti UU Baru, Bapeten Minta Saran Dari Akademisi Cirebon

Kota Cirebon (89,2 CR) - Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) meminta saran dan masukan dari kalangan akademisi, penegak hukum dan pemerintah Kota Cirebon terkait penyusunan rancangan undang - undang pengganti UU Nomor 10 Tahun 1997 tentang kenukliran. Acara dikemas dengan diskusi bertempat di salah satu hotel jalan By Pass Kedawung, Kabupaten Cirebon, Selasa (2/7/19).

Dikatakan Jazi Eko Istiyanto sebagai kepala BAPETEN, kritik dan saran akan menjadi pertimbangan saat penyusunan rancangan UU tentang kenukliran yang baru. Baginya aturan yang lama sudah tidak relevan dengan kondisi saat ini.  

"Ada dari Universitas Gunung Jati (UGJ) ada dari Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC) dan kalangan akademisi lainnya, termasuk penegak hukum. Kami minta masukan apa yang harus ada di dalam aturan yang baru ini, agar bisa dilaksanakan dan dijalankan dengan baik," katanya. 

Selama ini, lanjut Jazi, masyarakat mengenal nuklir sebagai senjata pemusnah masal, padahal tenaga nuklir sering digunakan untuk kebutuhan medis dan dapat dimanfaatkan sebaai energi baru terbarukan. Hanya selama ini belum dimanfaatkan dengan maksimal. 

"Kalau ditanya buat apa, jelas sangat banyak sekali manfaatnya, hanya belum digunakan dan Indonesia tergolong negara terlambat menggunakan nuklir dibanding negara lain," paparnya.  

Setelah mendapatkan masukan dari semua pihak, BAPETEN akan mengkaji kembali rancangan perubahan aturan tersebut, kemudian rancangan kembali di bahas dengan DPR RI dan tahapan selanjutnya disahkan. Dirinya berharap aturan yang baru mengenai penukliran bisa bermanfaat bagi masyarakat. 

Setelah nanti disahkan, seluruh pihak wajib mentaati dan menjalankan tugas dengan baik. Di dalam aturan yang baru akan ada sangsi tegas bagi yang menggunakan nuklir tanpa izin, dan badan usaha yang ingin memanfaatkan tenaga nukilir akan di tinjau lebih dalam saat menjalankan usaha, apakah aman bagi masyarakat sekitar atau dapat menyebarkan radioaktif. [Wlk]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.