Header Ads


RSUD Gunung Jati Sukses Operasi Kembar Siam, Namun Satu Bayi Tidak Tertolong

Kota Cirebon (89,2 CR) - Setelah menjalani operasi selama 4 jam, akhirnya RSUD Gunung Jati Cirebon berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam. Sayangnya akibat penyakit infeksi paru-paru yang parah, salah satu pasangan bayi kembar siam yakni Rahimah tidak selamat. 

Direktur Utama RSUD Gunungjati Cirebon Bunadi menjelaskan akibat infeksi paru-paru, jantung Rahimah membesar dan posisi jantung melintir menekan jantung Rahmah sampai bilik jantung Rahmah mengecil karena tertekan. Bahkan paru-paru Rahmah, juga tidak berkembang akibat tekanan jantung Rahimah yang membesar.

"Alhamdulillah operasi pemisahan bayi kembar siam sukses, tapi salah satu bayi meninggal dunia karena radang paru - paru sudah cukup parah," ujarnya kepada awak media, Jumat (21/6/19). 

kondisi Rahmah lanjut dikatakan Poerwadi, salah satu tim dokter dari RSUD Soetomo, dalam kondisi stabil meski dalam pemantauan intensif, akibat tercemar dari racun dari Rahimah sudah menjalar ke Rahmah. Namun akibat tercemar racun dari bayi Rahimah, ada pembengkakan sejumlah organ yang masih harua terus dipantau secara intensif. 

"Masih terus dipantau bayi Rahimah, karena ada racun yang masuk ke organ vitalnya," lanjut dia. 

Menurutnya, saat dilakukan operasi, pasangan bayi kembar yang menyatu memanjang dari bagian atas sampai kebawah, begitu rongga perut dibuka, diketahui organ dari pasien yang tidak selamat sudah membiru semua. 
Tim dokter segera melakukan operasi pemisahan hati yang menyatu sepanjang 8 cm dan sedalam 5 cm. Untuk memisahkan hati yang menyatu, tim dokter memerlukan waktu hampir 30 menit. [Wlk] 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.