Header Ads


Program ODF Di Kabupaten Cirebon Baru 30 Persen

Kab Cirebon (89,2 CR) - Open Defecation Free (ODF) atau tidak membuang air besar sembarangan di Kabupaten Cirebon baru 30 persen dari total 412 Desa. Dibutuhkan komitmen seluruh pihak agar program ini bisa berjalan maksimal. 

Kepala Bidang Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, dr H Edi Susanto mengatakan, persoalan ODF cukup komplek karena berkaitan dengan prilaku, dan kesadaran masyarakat buang air besar di jamban. Oleh sebab itu program ODF bukan hanya tugas Dinkes namun seluruh steakholder terkait dan masyarakat. 

"Ini persoalan bersama, Dinas Pemukiman dan perumahan menyediakan jamban, dinas kesehatan memberikan sosialisasi bahaya BAB sembarangan, Kemenag dari sisi agama dan dinas lainnya. Jadi semuanya berkaitan," kata Edi diruang kerjanya, Kamis (27/6/19). 

Masih kata Edi, ODF menjadi isu strategis pemkab Kabupaten Cirebon. Dinkes sendiri menargetkan 50 jamban setiap tahun di wilayah Kabupaten Cirebon. Upaya lainnya pemerintah desa mencanangkan program jambanisasi dan di masyarakat ada arisan jamban. 

"Target kami tahun ini membangun 50 jamban. Kami juga dibantu pemerintah desa dengan ada program jambanisasi. Masyarakat juga ada arisan jamban," lanjutnya. 

Namun demikian segala upaya yang dilakukan pemerintah harus diikuti oleh masyarakat, terutama tidak buang air besar sembarangan. Di Kabupaten Cirebon salah satu desa yang sudah menerapkan program ODF yakni desa Sedong. 

"Semua upaya itu kembali ke masyarakat, karena ini berkaitan dengan prilaku. Kalau masyarakatnya tidak sadar sulit mencanangkan ODF ini," pungkasnya. 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.