Header Ads


Kompleks Makam Sultan Hasanuddin

Kompleks Makam Sultan Hasanuddin berada pada puncak bukit Tamalate yang termasuk Kelurahan Katangka Kecamatan Somba Opu Kabupaten Gowa. Lokasi ini sangat mudah dijangkau dari 2 arah. Dari Jalan syekh Yusuf hanya berjarak sekitar 1 km dan dari arah Jln Pallantikang hanya berjarak 1,5 km.

Di areal Kompleks makam ini terdapat 14 buah makam yang sebahagian besar merupakan makam bekas Raja-Raja Gowa. Bentuk Makamnya berupa makam bentuk punden berundak dengan sistem susun timbun yang merupakan cungkup makam, serta bentuk kubah dan bentuk sederhana hanya berupa jirat/kijing persegi empat dengan sistem papan batu.

Sultan Alauddin, Raja Gowa ke XIV

I Mangngarangi Daeng Mangrabbia Karaeng Lakiung Sultan Alauddin “Tumenanga ri Gaukanna” merupakan Raja Gowa yang pertama kali memeluk agama Islam. Beliau lahir pada tahun 1586 dan meninggal pada tanggal 15 Juni 1639. Pada masa pemerintahannya, beliau dibantu oleh Raja Tallo yaitu Sultan Abdullah. Saat itu, kerajaan Gowa berkembang menjadi kerajaan Maritim. Beliau meninggal setelah menjadi Raja selama 46 tahun yang kemudian digantikan oleh anaknya yaitu, Sultan Malikussaid.

Sultan Malikussaid, Raja Gowa ke XV

I Mannuntungi Daeng Mattola Karaeng Ujung Karaeng Lakiung Sultan Malikussaid “Tumenanga ri Papanbatuna” merupakan Raja Gowa ke XV. Beliau lahir pad tanggal 11 Desember 1605 dan meninggal pada tanggal 6 November 1653. Sultan Malikussaid memerintah selama 14 tahun. Di bawah kepemimpinannya, Kerajaan Gowa berkembang pesat. Selama kepemimpinannya Sultan Malikussaid kerap kali mengajak Hasanuddin yang masih berusia remaja untuk menghadiri perundingan-perundingan penting. Hal ini tiada lain dilakukan untuk mengajarkan Sultan Hasanuddin tentang  ilmu pemerintahan, diplomasi dan strategi peperangan.

Sultan Hasanuddin, Raja Gowa ke XVI

Makam Sultan Hasanuddin

I Mallombasi Daeng Mattawang Muhammad Baqir Karaeng Bontomangape Sultan Hasanuddin “Tumenanga ri Balla Pangkana” merupakan putera kedua dari Sultan Malikussaid. Beliau lahir pada tanggal 12 Januari 1631. Sultan Hasanuddin memerintah pada masa kejayaan Kerajaan Gowa karena Gowa merupakan kerajaan besar   di   wilayah   timur   Indonesia   yang menguasai jalur perdagangan. Namun, saat itu Belanda sedang berusaha menguasai perdagangan rempah-rempah.

Kondisi ini menyebabkan timbulnya pertikaian dan memicu terjadinya konflik bersenjata antara Kerajaan Gowa dan kompeni Belanda, apalagi setelah meninggalnya Mangkubumi Kerajaan Gowa Karaeng Pattingngalloang dan digantikan oleh Karaeng Karunrung yang tidak kenal kompromi dengan sikap Belanda yang sangat licik semakin mempercepat timbulnya perang antara Kerjaaan Gowa dengan kompeni Belanda.

Akibat kalah melawan Belanda, Sultan Hasanuddin kemudian mengundurkan diri dari takhta kerajaan pada 23 Juni 1669 dan beliau wafat pada tanggal 12 Juni 1670. Beliau memerintah dari tahun 1653-1669. Atas jasa perjuangannya melawan penjajahan Belanda, maka pemerintah menganugerahi penghargaan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres No. 087/TK/1973 tertanggal 6 November 1973.

( Sumber : kebudayaanindonesia.net )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.