Header Ads


Benteng Somba Opu

Benteng Somba Opu berlokasi di Kelurahan Sapiria Kelurahan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan. Benteng Somba Opu merupakan benteng induk dari Kerajaaan Gowa. Dalam perjalanan sejarahnya telah melewati beberapa fase.

Di Fase pertama pembangunan Benteng Somba Opu berlangsung pada masa pemerintahan Raja Gowa IX. Pada tahun 1525, Raja Gowa ini memerintahkan memasang tembok dari tanah liat di sekeliling Kota Somba Opu. Setelah itu, pusat pemerintahan Kerajaan Gowa yang semula berada di Benteng Kale Gowa dipindahkan ke Benteng Somba Opu.

Fase kedua berlangsung pada masa pemerintahan Raja Gowa X. Pada masa ini dilakukan perkuatan struktur dinding benteng dengan bata. Selain itu, raja memerintahkan pendirian dewala dan benteng mulai dipersenjatai dengan sejumlah meriam. Benteng Somba Opu dipergunakan sebagai benteng utama sekaligus bandar niaga. Beberapa pemukiman pedagang Melayu dan perwakilan dagang Portugis telah didirikan di sebelah selatan Benteng Somba Opu.

Fase ketiga yang berlangsung pada masa pemerintahan Raja Gowa XII. Untuk memperkuat benteng, raja ini memerintahkan untuk memasang bata di sekeliling tembok Kota Somba Opu. Selain itu, sejumlah meriam ditambahkan pada benteng ini.

Pada Fase keempat, Raja Gowa XIV Sultan Alauddin menyempurnakan dan memperkuat benteng Somba Opu dengan berpuluh-puluh meriam. Pada masa ini pusat pemerintahan dikembalikan ke Benteng Kale Gowa dan Benteng Somba Opu hanya menjadi kota raja dan bandar niaga yang diurus oleh syahbandar. Perkembangan Somba opu menjadi bandar niaga yang semakin besar dan ramai, tidak lepas dari pengaruh jatuhnya Malaka ke tangan Portugis pada tahun 1511, sehingga kegiatan perniagaan bergeser ke timur.

Fase kelima perkembangan Benteng Somba Opu berlangsung pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin sebagai Raja Gowa XVI (1653-1670). Sultan Hasanuddin banyak melakukan penyempurnaan dan perkuatan bagian luar benteng ini. Ia juga memindahkan kembali pusat pemerintahan ke Benteng Somba Opu. Dengan demikian, benteng ini menjadi tempat kediaman raja sekaligus pusat pemerintahan dan perniagaan.

Fase kelima ini merupakan fase terakhir karena setelah itu Benteng Somba Opu mengalami kehancuran setelah Sultan Hasanuddin mengalami kekalahan dari Belanda pada Perang Makassar. Pada tanggal 24 Juni 1669 seluruh Benteng Somba Opu dapat dikuasai oleh Belanda. Benteng dan istana Somba Opu diratakan dengan tanah.

Pada tahun 1980, BPCB melakukan pemugaran dan merekonstruksi Benteng Somba Opu. Saat ini, Benteng Somba Opu menjadi objek wisata sejarah dan budaya.

( Sumber : kebudayaanindonesia.net )

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.