Header Ads


Sekolah Alam Wangsakerta Kabupaten Cirebon Sajikan Pembelajaran Alam

Kab. Cirebon (89,2 CR) - Sekolah Alam Wangsakerta yang berada di Kampung Pelosok Karangdawa, Desa Setu Patok, Kecamatan Mundu, menyajikan suasana yang tenang bagi anak-anak untuk belajar. Meskipun begitu, tidak menyurutkan anak-anak untuk datang menimbah ilmu. 


Saat dikunjungi, anak-anak sedang giat berlatih pementasan teater sederhana. Sangat jelas di wajah mereka yang begitu antusias beradu akting dengan percaya diri di depan penonton yang merupakan teman-teman dan guru-guru. 



Di balik layar mereka, ada seorang perempuan yang sangat peduli terhadap lingkungan dan sosial. Sosok itu ialah Farida, yang merupakan pendiri Sekolah Alam Wangsakerta. Sekolah itu dirikan pada akhir Setember 2017. 



Farida menceritakan, Bermula dari diskusi intelektual bersama kawan-kawan dan mahasiswa, ia dan kawan-kawanya sepakat membentuk sekolah alam Wangsakerta. Hal ini, di latarbelakangi oleh keinginan menciptakan generasi yang mencintai alam sekaligus menjawab kebutuhan ruang masyarakat bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu. 

"Inisiatifnya gini,  awalnya saya sama teman sering diskusi dengan mahasiswa, ngomongin situasi masyarakat. Lama-lamakan buat apa berdiskusi, hasilnya apa. Harus lakukan yang real,  Kita kan butuh lab, lab sosial. Kita kan tidak bisa merubah kehidupan kalo kita tidak bisa jadikan contoh," tutur Farida saat diwawancara CR di Kampung Karangdawa, Rabu (09/01/19). 

Lanjutnya, hal yang paling penting dari Sekolah Alam yakni mendorong masyarakat desa mewujudkan desa yang energik, cukup pangan, dan juga melek informasi serta teknologi. Dengan demikian, baik anak-anak dan orang tua mampu keluar dari ketidakpercayadiri akan masa depan yang cerah. 

Ia juga berharap, dalam langkah yang mulia itu, pemerintah kabupaten bisa ikut andil untuk lebih memperhatikan anak-anak maupun masyarakat yang berbeda di pelosok. Karena, itu merupakan tugas mereka sebagai perangkat pemerintah agar memajukan masyarakat di daerahnya sendiri.

Sementara itu, suami Farida yakni Wahit Hasim mendukung penuh isterinya terjun ke dunia sosial. Pasalnya, ia percaya pada Farida bukan tanpa alasan, sebab Farida merupakan aktifis aktif ketika masih menjadi mahasiswi di kampus Universitas Negeri Yogyakarta. 

Wahit juga tidak lepas dari Sekolah Alam itu, ia mendampingi istrinya untuk berjuang dalam mengentaskan ketidakberdayaan. Begitupun dengan teman-teman dan beberapa mahasiswa yang ikut berpartisipasi memberikan ilmu secara cuma-cuma. [Nla]


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.