Header Ads


Jasa Marga Cirebon Jaring Angkutan Berat Melebihi Muatan

Kab Cirebon (89,2 CR) - Jasa Marga Cirebon dibantu Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon, TNI dan pihak kepolisian menggelar operasi kelaikan kendaraan over dimensi dan over load di rest area 208 tol Palikanci, Rabu (9/1/19). Puluhan kendaraan berhasil terjaring dalam operasi tersebut. 

Agus Hartoyo Traffic Management Jasa Marga Cirebon mengatakan, sekitar 45 kendaraan berat yang over dimensi dan over load berhasil terjaring. Sebagian besar pelanggaran karena over load atau melebihi beban muatan atau over dimensi atau kelebihan muatan. Dari jumlah itu lima kendaraan terpaksa di tahan karena melanggar. 

"Kami lakukan operasi gabungan dibantu TNI dan Polri menjaring kendaraan over load dan over dimensi. Puluhan yang terjaring namun yang ditahan hanya beberapa," kata Agus dihadapan awak media.  

Bedasarkan PP Nomor 74 Tahun 2014, kendaraan yang melebihi berat dan melebihi muatan maka harus di bongkar atau diturunkan. Yang bertanggung jawab atas isi muatan adalah supir atau perusahaan yang menggunakan jasanya. Kendaraan yang over load dan over dimensi dapat mengangkibatkan kecelakaan dan rusak badan jalan. 

"Aturannya sudah jelas sekali, yang ditahan maka perusahaan atau supir yang bertanggung jawab," tegasnya. 

Tercatat di bulan Desember delapan kecelakaan lalu lintas, salah satunya meninggal ditempat yang terjadi di tol Palikanci, sebagian besar disebabkan karena laju kendaraan dibawah batas maksimal, sehingga kendaraan lain sulit untuk mendahului hingga menyebabkan kecelakaan. 

Batas kecepatan kendaraan berat di jalan tol maksimal 60 dan minimal 30 km/jam. Sedangkan untuk muatan batas maksimal 10 ton. Jika melibihi maka badan jalan cepat rusak dan ruas jalan tol rawan kecelakaan lalu lintas. [Wlk]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.