Header Ads


PA Kabupaten Cirebon Nyatakan Akta Cerai Salah Satu Warga Gintung Palsu

Kab Cirebon (89,2 CR) - Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Cirebon memastikan akta cerai milik Mutiah (47), warga Gintung Lor, Kecamatan Susukan, palsu. Hal tersebut dapat dibuktikan secara fisik mulai dari nomor akta cerai dan nomor perkara, sampai hakim sidang cerai yang tertera di dalam akta. 

Panitera Muda Permohonan PA Sumber, Atikah Komariah, mengaku hafal dengan nama pejabat yang menandatangani akta cerai di PA Kota Cirebon atau PA Kabupaten Cirebon. Nama yang tertera di akta cerai tidak ada dan tidak pernah ada di tempat lain. 

"Dugaan kami melihat dari nama hakim, di PA Kabupaten Cirebon tidak ada dan di PA Kota Cirebon juga tidak ada, kebetulan saya bertugas di Kota lama, jadi hafal," ungkapnya kepada awak media, Rabu (17/10/18). 

Masih kata Atikah akta cerai bisa dilihat dari nomor registrasi, di dalam akta cerai milik Mutiah ternyata tidak terdaftar sehingga akta ini bisa dinyatakan palsu. Dari bentuk fisik pun bisa dilihat secara jelas mana akta yang dikeluarkan oleh PA mana yang dibuat oleh sendiri. 

"Nomor registrasi juga tidak ada, jelas ini palsu, dari bentuk fisik juga bisa terlihat," tambah dia. 

Ditempat berbeda Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Cirebon Drs H Moh Mulyadi menerangkan bahwa apa yang dilakukan KUA Susukan yang telah menikahkan Mutiah tidak dianggap lalai, karena sebelum melakukan pernikahan, pihaknya sudah mendata ulang dari mulai Desa hingga Kecamatan. 

"Setiap pernikahan harus menempuh prosedur yang panjang, petugas kami mendapat data dari desa, kemudian kami lengkapi, kalau lengkap baru kami bisa langsungkan pernikahan, jeda waktu daftar sampai nikah itu lama sekitar 10 hari jadi cukup untuk mendata," katanya. 

Namun untuk status pernikahan Mutiah dianggap tidak sah karena memiliki akta cerai palsu. Pihaknya menduga oknum desa setempat memberikan data palsu kepada petugas KUA hingga sampai terjadi pernikahan.  

Seperti diketahui Mutiah (47) warga Gintung Lor, Kecamatan Susukan mengetahui akta cerai yang diberikan suaminya palsu setelah melangsungkan pernikahan. KUA setempat akhirnya tidak bisa menerbitkan buku nikah, hingga administrasi seluruhnya selesai.[Wlk]  

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.