» » SOP Bongkar Muat Batu Bara Banyak Dilanggar


Kota Cirebon (89,2 CR) - Sejak dibuka beberapa bulan lalu, Pelindo II Cirebon, KSOP II Cirebon dan pengusaha berkomitmen untuk menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon. SOP tersebut dilakukan sejak bongkar muat di kapal tongkang sampai dengan pengangkutan keluar Pelabuhan Cirebon, namun nyatanya SOP tersebut banyak dilanggar. 

Fakta tersebut diketahui setelah ketua DPRD Kota Cirebon Edi Suripno mendatangi Pelabuhan Cirebon pada siang tadi, Jum'at (17/2/17). Ada beberapa point yang dilanggar oleh pengusaha batu bara. 

Dikatakan Edi Suripno, point tersebut diantaranya, pengusaha menggunakan dua dermaga, padahal awalnya hanya satu dermaga, banyak mobil pengakut batu bara yang melebihi muatan, sehingga dikhawatirkan batu bara berceceran dan debu kembali masuk ke pemukiman warga. 

" Ada beberapa point yang sudah di catat dan ini akan menjadi masukan bagi kami anggota DPRD Kota Cirebon untuk mengevaluasi SOP yang sudah berjalan, " katanya. 

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, terpal penutup batu bara banyak yang rusak, dan penyemprotan mobil pengangkut batu bara kurang bersih sehingga ditakutkan debu akan kembali menyebar. 

" Ternyata setelah datang ke Pelabuhan, banyak inftrastuktur jalan yang rusak, ini bukti ketidak siapan dari mereka saat bongkar muat batu bara kembali dibuka, " ungkapnya. 

Dalam waktu dekat dewan akan memanggil pengusaha, KSOP dan Pelindo untuk mempertanyakan sop yang sudah banyak di langgar ini, termasuk mempertanyakan komitmen dibukanya pelabuhan Cirebon yang telah banyak di langgar ini. 

Sementara itu General Manager PT Pelindo II Cirebon, Solikhin  memberikan tanggapan tentang persoalan terkait bongkar muat batu bara di Pelabuhan Cirebon yang dikritisi Ketua DPRD Kota Cirebon, Edi Suripno saat melakukan sidak.

Solikhin menjelaskan, pihaknya menggunakan dua dermaga karena dalam keadaan emergency. Pasalnya, ada sekitar 19 kapal tongkang yang antri di Pelabuhan Cirebon.

"Hal itu dilakukan untuk mengurangi waktu tunggu kapal yang cukup lama, karena kalo tidak diambil langkah itu, tongkang akan ada disini sampai 9 hari. Kalo sampai 9 hari akan menambah cost dari kegiatan kapal," kata Solikhin.

Kemudian, lanjut Soklihin, pihaknya juga telah menganggarkan untuk perbaikan jalan rusak di pelabuhan Cirebon.

"Rencana tahun ini kita akan melakukan perbaikan jalan. Mulai dari dak sampai pos satu kami akan perbaiki," kata Solikhin.

Selain itu, pihaknya akan menambah sarana untuk mengoreksi mobil pengangkut batu bara yang akan keluar dari pelabuhan. 

"Selama ini, mobil yang mengangkut batu bara kita siram dulu, supaya mengurangi debu. Kalo Ketua dewan menilai itu masih kurang efektif. Kami akan tambah lampu atau bendera yang tujuannya untuk mengoreksi. Apakah mobil sudah disiram sesuai dengan aturan," jelas Solikhin.

About CIREBON RADIO

Terimakasih telah berkunjung di Cirebon Radio.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar: