Keraton Kasepuhan dan Kanoman Lakukan Grebeg Syawal

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat,
KABUPATEN CIREBON ( 89,2 CR) - Kesultanan Kasepuhan dan Keraon Kanoman Cirebon menggelar
Grebeg Syawal di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati,Desa Astana, Kecamatan Gunung Jati, Minggu (26/08).

Grebeg Syawal ini merupakan tradisi Kesultanan Cirebon yang menandai berakhirnya bulan Ramadan pada penanggalan Islam. Meski digelar serempak pada hari yang sama,kedua keraton melaksanakan tradisi pada jam yang berbeda.Keraton Kanoman melaksanakannya pada pagi hari,sedangkan Kasepuhan siang hari.

Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat, mengatakan Grebeg Syawal dilaksanakan bertepatan pada 8 Syawal sesuai penanggalan Islam. inti tradisi ini berupa ziarah ke makam Sunan Gunung Jati dan leluhur Cirebon lainnya di Kompleks Makam Astana Gunung Jati.

“Pagi hari kami menggelar hajat ketupat yang dikenal juga dengan Lebaran Ketupat.Ketupat dikirim ke Astana Gunung Jati,Masjid Agung Sang Cipta Rasa, Langgar Agung,dan lainnya. Barulah selepas tengah hari sekitar pukul 13.00 WIB dilakukan ziarah ke Astana Gunung Jati,”paparnya.

Ziarah ditandai dengan pembacaan tahlil di cungkup makam Sunan Gunung Jati, Panembahan Ratu,dan Sultan Sepuh I-XIII.Seluruh rangkaian tradisi itulah yang disebut tradisi Grebeg Syawal.Dalam pelaksanaannya,baik Sultan maupun para warga mengenakan pakaian adat putih.

Dia menyebutkan,Grebeg Syawal memiliki makna silaturahmi. Jika pada Idul Fitri, silaturahmi dilakukan antarsesama manusia yang masih hidup,pada Grebeg Syawal silaturahmi dilakukan dengan para leluhur yang telah pergi mendahului. “Dengan berdoa agar mereka diampuni segala dosa dan diterima amal ibadahnya,”ungkapnya.

Pelaksanaan Grebeg Syawal setiap tahun selalu mengundang minat masyarakat luas,baik yang termasuk kerabat Kesultanan Cirebon maupun masyarakat umum.Mereka berbondong-bondong memadati Kompleks Astana Gunung Jati untuk sekadar melihat, bahkan berharap berkah dari tradisi tersebut. Mereka percaya,berkah dan karomah akan menghampiri dan melekat saat tradisi itu digelar. ( Jums-CR )
Tags:

0 komentar

Poskan Komentar